EnglishIndonesian
allammedica watches for men
Inisiatif KUD Sawit Bangkit: Bangun Kembali Rumah Anggota Tak Layak Huni
Inisiatif KUD Sawit Bangkit: Bangun Kembali Rumah Anggota Tak Layak Huni

Sejak 23 Juli 2022, sejumlah pekerja mulai membongkar rumah Suyono, salah satu anggota Koperasi Sawit Bangkit yang telah bersertifikat RSPO sejak 2019, yang berlokasi di Desa Sukorejo, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

 

Pembongkaran dilakukan lantaran kondisi rumah yang terbuat dari kayu itu sudah lapuk dimakan usia.

Rumah yang berdiri kokoh sejak 1995 tersebut, sudah tak bisa lagi menjalankan fungsinya sebagai tempat berlindung bagi Suyono, istri, dan kedua anaknya yang masih kecil, sehingga pembongkaran perlu dilakukan.

 

Inisiatif datang dari Ketua Koperasi Sawit Bangkit, Agung Mujiono, yang kemudian disepakati oleh seluruh anggota dalam Rapat Anggota Tahunan, "awalnya kami melihat rumah ini dekat dengan kantor Koperasi Sawit Bangkit, di belakang kantor kami bangun perumahan karyawan panen lumayan bagus, layaklah dengan dinding batako, lantai keramik dan ada plafonnya, sedangkan di seberang jalan ada rumah anggota masih sangat memprihatinkan dan tetangga kanan kirinya sudah megah."

 

Pembongkaran dan pembangunan kembali rumah Suyono, diperkirakan akan selesai dua pekan lagi, sekitar akhir Agustus atau September.

Dibutuhkan dana mencapai Rp 125juta dari kas koperasi, untuk memoles rumah dua kamar itu menjadi layak huni.

Bahkan menurut Agung, ke depannya koperasi akan mulai menjadikan program ini sebagai program tahunan, yang dananya bersumber dari dana silang koperasi dan hasil penjualan kredit, "ke depannya kami setiap tahun akan ada kegiatan seperti ini dan mudah-mudahan program baik ini bisa berlanjut terus dan lebih banyak memberi manfaat kepada anggota kami, dan nantinya karena kami sudah bersertifikat RSPO, kami juga akan ada semacam dana silang dari hasil insentif penjualan kredit dan dari koperasi".

 

Rasa terima kasih diungkapkan sang pemilik rumah, Pairah.

Istri Suyono ini mengaku dengan pembangunan rumah baru, ia dan keluarga bisa tinggal dengan lebih nyaman, "lebih nyaman di rumah baru, lebih bahagia. Dulu kan di rumah kayu sekarang sudah dibikin rumah tembok. Alhamdulillah terima kasih".

Dengan mata yang berkaca-kaca, ia juga berharap agar koperasi bisa berkembang lebih maju, sehingga bisa membantu lebih banyak warga.

 

Meski program berkonsep bedah rumah ini baru pertama kali diadakan, bukan berarti Koperasi Sawit Bangkit minim kegiatan sosial.

Malah koperasi dengan jumlah anggota 324 orang petani ini selalu memprioritaskan bantuan untuk warga yang membutuhkan, di antaranya kaum dhuafa, fakir miskin dan yatim piatu.

Sejumlah kegiatan sosial koperasi di antaranya pemberian beasiswa kepada SD, SMP, dan SMA, hingga pembangunan rumah ibadah.

 

Kepedulian Koperasi Sawit Bangkit kepada masyarakat desa turut dirasakan oleh Kepala Desa Sukarejo 2017-2023, Samsudin.

Menurutnya, banyak warga yang terbantu melalui kegiatan sosial dari koperasi tersebut, "Alhamdulillah. Ini salah satu bentuk pedulinya Koperasi Sawit Bangkit yang sudah membantu banyak dengan pembangunan di desa, seperti yang kita lihat salah satunya adalah pembangunan sebuah rumah yang diperuntukkan kepada warga kami. Jadi kami selaku pemerintahan desa hanya bisa mengucapkan ribuan banyak terima kasih kepada pengurus koperasi, semoga ke depannya pengurus koperasi di Desa Sukorejo bisa berkembang dan pembangunan di desa kami bisa semakin maju".



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)